Sipenmaru

 

 

Informasi Sipenmaru Tahun Ajaran 2018 / 2019

Wifi

 

Untuk Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar,

STIKES Baptis Kediri menyediakan Layanan Free

Hotspot untuk semua mahasiswa.

 

Sipenmaru Online

 

Silakan klik tombol sebelah kiri untuk melakukan pendaftaran

Mahasiswa Baru atau masuk ke menu SIPENMARU.

You are here:

Alat Kontrasepsi Terbaru Bagi Pria

E-mail Print PDF

Beberapa dari kita mungkin sering berbicara tentang alat kontrasepsi. Namun sebenarnya tidak banyak dari kita yang memahami betul arti kata kontrasepsi. Definisi kontrasepsi sendiri adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Saat ini alat kontrasepsi lebih banyak digunakan oleh kaum wanita. Sedangkan sedikit sekali pria yang memutuskan untuk mau berkontrasepsi. Sebab sedikit sekali pilihan alat kontrasepsi bagi pria. Dari BKKBN hanya vasektomi saja yang disahkan. Walau sudah disahkan , vasektomi sendiri tidak banyak diterima sebab terdapat anggapan yang salah terhadap vasektomi yang disamakan dengan kebiri. Padahal vasektomi itu adalah memutus saluran keluarnya sperma yang disebut vas deferens” papar DR. dr. Hudi Winarso, M.Kes., Sp. And selaku direktur RS. Baptis Kediri.

Berdasar percobaan yang dilakukan DR Bambang Prayogo E W,Apt. MS  sebagai peneliti utama selama 15 tahun ditemukan bahwa daun Justicia gendarussa mampu menghambat kerja enzim hialuronidase yg ada di bagian kepala sel sperma sehingga motilitas sperma khususnya pada bagian enzim hialuronidase  pada saat akan membuahi sel telur terganggu dan tidak mampu menembus dinding sel telur yang ahkirnya sel sperma akan mati. Tanaman justicia gandarrusa ditemukan di daerah Papua, dimana tanaman ini dikonsumsi oleh pria Papua yg menikah namun tidak mampu membayar mahar pernikahan sehingga sesuai adat yang berlaku di salah satu suku di papua mereka tidak boleh punya anak dulu sampai mampu membayar maharnya. Sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan digunakan daun justicia gendarrusa. Hanya saja tanaman ini beracun yang bisa mengakibatkan muntah muntah sehingga perlu dilakukan proses penghilangan senyawa yang beracun ini atau yang biasa disebut dengan terfraksinasi.

”Di Rumah Sakit Baptis Kediri sendiri setelah Lebaran nanti akan melakukan uji penggunaan tablet ekstrak daun Justicia gendarussa sebagai obat kontrasepsi pria pada pasangan usia subur. Penelitian ini dilakukan  dengan pemberian ekstrak justicia gendarrusa sebanyak 250 mg dengan aturan minum 2 kali sehari pada pagi dan malam setelah makan. Penelitian ini didukung penuh oleh BKKBN pusat dan INDOFARMA. Dalam hal ini pusat studi kajian kesehatan reproduksi UNAIR bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang kemudian disebut center untuk melakukan penelitian ini, dimana RS Baptis diminta membantu untuk melakukan penelitian sebanyak 75 subyek. Untuk semua logistic, dana, supervisi dan keperluan pemeriksaan di kirim dari Pusat Kajian Studi Reproduksi UNAIR. Langkah selanjutnya adalah proses rekrutmen subyek bekerjasama dengan PLKB dan tokoh masyarakat setempat.” tutur DR. dr. Hudi Winarso, M.Kes., Sp. And.

Dalam proses rekrutmen ini juga tidak mudah. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi beberapa diantaranya adalah pria tersebut sudah menikah, usia minimal 40 tahun, minimal memiliki 1 anak, istri menggunakan kontrasepsi dan bersedia melepas kontrasepsi tersebut selama masa penelitian. DR. Dr. Hudi Winarso, M.Kes., Sp. And. juga menambahkan bahwa akan diberikan kompensasi sebesar Rp 1.000.000,- bagi setiap subyek yang mau berpartisipasi dan memenuhi persyaratan rekrutmen dalam penelitian ini.

Beliau pun menambahkan bahwa sangat diperlukan kejujuran dan motivasi oleh para subyek dalam mengikuti penelitian ini sampai akhir. Artinya, kepatuhan dalam meminum obat, melaporkan perkembangan, dan mengikuti pemeriksaan lanjutan diperlukan agar setiap perubahan dapat dikontrol dan dilaporkan sebagai hasil dari penelitian sebelum akhirnya obat kontrasepsi pria ini siap diproduksi dan dipasarkan.

Oleh : Dr.dr.Hudi Winarso, M.Kes.,Sp.And (Direktur RS. Baptis Kediri)

 

DIKTI

DIKTI