Sejarah

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) RS Baptis Kediri menyelenggarakan pendidikan vokasi, akademik, dan profesi yang mampu bersaing dalam taraf nasional dengan mengedepankan nilai kasih, berkualitas dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dan peningkatan kualitas lulusan melalui aplikasi good governance dan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Kata menjadi sebagaimana tertera dalam visi di atas, bermakna bahwa secara kelembagaan STIKES RS Baptis Kediri masih dalam tahap menuju keâ? atau tahap â??perjalananâ?. Kata terdepan dalam mutuâ? bermakna bahwa masyarakat luas akan mempercaya STIKES RS Baptis Kediri sebagai tempat yang tepat untuk memperoleh pendidikan. Kata menjunjung nilai kasih? memiliki arti bahwa STIKES RS Baptis Kediri mempertahankan softskill dalam budaya kerja dan budaya akademik untuk membentuk karakter individu yang professional dan bermartabat. Kata bersaing dalam taraf nasiona berarti bahwa STIKES RS Baptis Kediri dikenal luas dan berdiri setara dalam komunitas pendidikan dan kesehatan lainnya melalui kinerja dan reputasi yang baik serta melalui peran aktif sivitas-akademika dan alumni .

1. Era Perintisan (1961 – 1979)

Awal berdirinya pendidikan keperawatan di RS Baptis Kediri pada mulanya dirintis oleh  Perawat Profesional dari Misionari Amerika Serikat pada tahun 1957 – 1964. Pada tanggal 11 Oktober 1961 dibuka Sekolah Pengatur Rawat A yang berorientasi rumah sakit.

  1. Pimpinan Sekolah seorang Misionari Nn. J. Virginia Miles, RN, M.N. Sistem pendidikannya merupakan ikatan dinas artinya semua biaya pendidikan dan biaya hidup selama pendidikan siswanya ditanggung oleh RS Baptis Kediri.
  2. Tempat Kegiatan Pendidikan di Gedung lantai II RS Baptis Kediri (di atas Poliklinik) saat itu.
  3. Tenaga Inti dari Misi Baptis Indonesia.
  4. Jenis pelayanan adalah untuk mendidik Siswa Pengatur Rawat A dengan jumlah penerimaan siswa tidak rutin tiap tahun karena sesuai kebutuhan dan keadaan antara 6 – 31 siswa.
  5. Sekolah Pengatur Rawat telah menyelenggarakan 10 angkatan dengan jumlah lulusan : 103 orang.
  6. Pimpinan Sekolah pertama dari tenaga nasional pada tahun 1977 adalah Ny.Agoestine Luwes Morjarr, B. Sc (Keperawatan).

Era Pertumbuhan (1980 – 1997)

                Sekolah Pengatur Rawat A dikonversi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan pada tahun 1981. Orientasi pendidikan untuk menghasilkan tenaga Keperawatan yang dapat melayani di rumah sakit, puskesmas, keluarga dan masyarakat. Murid yang diterima adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tingkat pendidikan menengah dipimpin oleh Kepala Sekolah.

  1. Pimpinan Sekolah Warga Negara Indonesia.

Peran Misi dalam kepemimpinan mulai dialihkan kepada pimpinan yang berkewarganegaraan Indonesia sepenuhnya dengan pimpinan pertama yaitu Ny. Agoestine Luwes Morjaar, B.Sc pada tahun 1980 – 1981, dilanjutkan oleh Nn. Sri Ariyani pada tahun 1982 – 1985 bulan Agustus, sejak bulan September 1985 sampai dengan tahun 2011 dipimpin oleh Karmiatun, Dra., M.Kes.

  • Melaksanakan proses pendidikan 17 Angkatan dengan jumlah lulusan sejumlah 444 Perawat Kesehatan. Membuka 3 Angkatan Program Bidan dengan jumlah lulusan sejumlah 119 Bidan pada tahun 1994 – 1998. Terakreditasi A oleh Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan pembinaan dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.
  • Pada tanggal 16 Juli 1991 menempati gedung baru Sekolah Perawat Kesehatan RS Baptis Kediri di Jalan Mayjend Panjaitan No.3B Kediri.
  • Jenis Pelayanan yang diberikan yaitu mendidik Perawat Kesehatan dan Bidan, semua siswa tinggal di Asrama dengan membayar biaya pendidikan dan biaya hidup.

                Sekolah Perawat Kesehatan kemudian meningkat statusnya, dikonversi menjadi Akademi Keperawatan (AKPER) RS Baptis Kediri pada tanggal 22 Maret 1998 dan  sampai tahun 2007 telah mendidik 9 angkatan dan meluluskan 6 angkatan dengan jumlah lulusan 463 Ahli Madya Keperawatan.                 AKPER RS Baptis Kediri memperoleh status Akreditasi A dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan R.I. sejak tahun 2002. Kemudian diizinkan membuka Program Khusus Diploma III Keperawatan pada tahun 2003 sampai tahun 2007. AKPER RS Baptis Kediri saat itu meluluskan 40 Ahli Madya Keperawatan dan telah meluluskan Program Khusus Diploma III Keperawatan dari RS Baptis Kediri dan RS Baptis Batu sejumlah 35 orang.

2 Era Pendidikan Profesional (2011 – sampai sekarang)

                Pada tanggal 28 September 2006 AKPER RS Baptis Kediri mendapatkan izin dari Departemen Pendidikan Nasional meningkat statusnya dari Akademi Keperawatan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) RS Baptis Kediri dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 225/D/O/2006 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Program Studi Keperawatan (S1) dan Perubahan Bentuk Akademi Keperawatan menjadi STIKES RS Baptis Kediri di Kediri serta Pengalihan Pembinaan dari Departemen Kesehatan ke Departemen Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Baptis Indonesia di Jakarta. Dengan demikian pembinaan beralih dari Departemen Kesehatan kepada Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan bernaung dibawah Yayasan Baptis Indonesia dan dipimpin oleh Aries Wahyuningsih, S.Kep.Ns., M.Kes sebagai Ketua STIKES RS Baptis Kediri mulai tahun 2011 sampai sekarang.

Pemerintah mewajibkan semua Perguruan Tinggi sampai tahun 2014 untuk mengikuti akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BAN-PT, yang adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. STIKES RS Baptis Kediri telah melaksanakan akreditasi Institusi (AIPT) oleh BAN PT berdasarkan SK Nomor: 1041/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2015 dengan hasil B (Baik). Program Studi Keperawatan Strata 1 dan Profesi Ners memperoleh akreditasi dengan hasil B (Baik) dari LAM-PTKes berdasarkan SK Nomor: 0244/LAM-PTKes/ Akr/Sar/XII/2015 dan SK Nomor: 0245/LAM-PTKes/Akr/Pro/XII/2015 serta Program Studi Keperawatan Diploma III memperoleh akreditasi dengan hasil B (Baik) SK Nomor: 0245/LAM-PTKes/Akr/Pro/XII/2015. Masih ditahun 2015, STIKES RS Baptis Kediri mendapat penghargaan dari Kopertis Wilayah VII sebagai “Perguruan Tinggi Swasta yang berprestasi pada Empat Bidang Penilaian Tata Kelola Kelembagaan & Kerjasama, Pendidik & Tenaga Kependidikan, Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pembelajaran & Kemahasiswaan”. STIKES RS Baptis Kediri juga sebagai institusi yang memperoleh Hibah Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) dari Kemenristek RI senilai 280 juta yang ditetapkan melalui SK nomor 107/K7/SK/KL/2015.