Wisuda dan Pelantikan 2021

Jenjang Kualifikasi dalam KKNI

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.

KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional, yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang bermutu dan produktif.

SEJARAH KKNI

Pengembangan KKNI merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari usaha pengembangan kualitas sumber daya manusia di Indonesia khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Milestone penting dalam perjalanan pengembangan KKNI dimulai dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional sebagai dasar kerja besar pengembangan KKNI pada tahun-tahun selanjutnya, sampai pada tahun 2012 dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Program pengembangan KKNI pada tahun 2015 merupakan kelanjutan dari berbagai program yang sama pada tahun sebelumnya ataupun program baru. Program pada tahun sebelumnya mengutamakan untuk menyusun konsep dan juga merealisasikan menjadi kerangka yang operasional dan telah diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI. Dengan Peraturan Presiden tersebut, KKNI telah menjadi rujukan dalam penyetaraan capaian pembelajaran berbagai sektor yang ada di Indonesia. Sementara untuk memperkuat landasan hukum pelaksanaan KKNI di perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013 yang mengatur penerapan KKNI di perguruan tinggi secara khusus dan pendidikan tinggi di Indonesia secara keseluruhan. Penerapan KKNI di perguruan tinggi selanjutnya menghasilkan program-program yang semakin memberdayakan KKNI.

  • SMK
  • Lembaga Kursus dan Pelatihan
  • Kolegium Keilmuan
  • Konsil Kedokteran Indonesia
  • Forum Program Studi
  • BNSP, LSP
  • Asosiasi Profesi
  • KADIN, Asosiasi Industri
  • BAN-PT
  • BSNP

10 Digitalisasi yang Harus Dilakukan Perguruan Tinggi di Era Disruptif

Diverse people using their phones

Dikutip dari Sevima.com, Transformasi digital dan revolusi industry 4.0 akan meningkatkan efisiensi dan percepatan proses bisnis. Di era disruptif seperti saat ini berbagai instansi tak terkecuali perguruan tinggi harus melakukan transformasi digital agar tidak tertinggal zaman.

Digitalisasi perguruan tinggi juga akan mempengaruhi jumlah peminat mahasiswa baru untuk mendaftar ke perguruan tinggi. Selain itu, digitalisasi perguruan tinggi juga akan memudahkan civitas kampus dalam berbagai hal. Untuk itu sudah seharusnya perguruan tinggi anda melakukan digitalisasi kampus untuk meningkatkan efisiensi dan juga menunjang mutu kampus. Berikut 10 digitalisasi yang bisa dilakukan kampus di era disruptif.

1. SPMB online

Inovasi pertama yang harus di digitalisasi perguruan tinggi adalah SPMB online (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru). Karena awal dari semua yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah proses penerimaan mahasiswa baru. Maka, jika dari awal penerimaan sudah digitalisasi maka peminat akan menjadi yakin dengan kampus tersebut.

2. Sistem pembayaran online

Pembayaran online ini selain untuk memudahkan pembayaran mahasiswa pendaftar juga sangat memudahkan civitas kampus khususnya mahasiswa dalam melakukan pembayaran tagihan kuliah seperti spp, uang gedung, buku dan lain-lain.

Banyak terjadi di berbagai perguruan tinggi mengalami antri panjang ketika pembayaran kuliah tiba. Bahkan, mahasiswa harus membawa uang cash di depan kantor Akademik, tentu ini sangat tidak efisien dan aman bagai mahasiswa ketika melakukan pembayaran. Nah, kalau kampus  menerapkan pembayaran online, sudah pasti mahasiswa bisa lebih nyaman dan aman ketika melakukan pembayaran.

3. Presensi digital dengan QR-Qode

Zaman sekarang rata-rata mahasiswa sudah mempunyai Smartphone. Nah, digitalisasi presensi dengan QR-Code ini cocok banget diterapkan. Jadi mahasiswa hanya perlu mengeluarkan HP lalu scan QR-Code yang dibagikan oleh desen, dosen juga tidak perlu membawa presensi ke ruang kuliah setiap kali mengajar. Dan setiap presensi akan langsung terekam ke sistem Siakad sehingga mahasiswa dapat memantau secara real-time kehadirannya di dalam kuliah. Bagaimana, keren bukan?

4. E-learning

Pasti sudah tidak asing dengan e-learning, atau sering kita kenal dengan pembelajaran daring. Dengan adanya e-learning ini, mahasiswa dapat merasakan pembelajaran dengan pengalaman yang lebih kaya dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

5. Aplikasi kampus

Setiap mahasiswa tentu ingin tahu info ter-update dari kampus mereka. Untuk itu, perguruan tinggi sudah seharusnya menyiapkan aplikasi kampus yang bisa digunakan untuk memantau dashboard mahasiswa dan juga untuk update berita dari program studi, bagian akademik, sampai dengan universitas. Dengan update informasi ini, mahasiswa tidak ketinggalan berita.

6. Sistem akademik kampus

Digitalisasi yang tidak kalah penting dari lainnya adalah digitalisasi sistem akademik kampus atau yang sering kita kenal dengan SIAKAD. Dengan adanya Siakad ini, kampus dapat memudahkan pengelolaan data akademik dan non akademik.

Dengan Siakad  juga membantu perguruan tinggi dalam melaporkan data akademiknya ke pemerintah (PDDIKTI), dan juga sebagai big data untuk mengambil keputusan perkembangan kampus.

7. Sistem job fair dan career center

Salah satu yang harus disediakan kampus untuk menjamin alumninya mendapat pekerjaan adalah adanya aplikasi job fair dan career center. Nah, dengan adanya sistem job fair online ini tentu akan memudahkan dalam mencari pekerjaan.

8. Dashbord perkembangan kampus

Salah satu inovasi sederhana tapi banyak memberikan pengaruh terhadap kesehatan akademik mahasiswa adalah adanya Dashboard yang bisa menampilkan status mahasiswa, grafik yang menunjukkan tren prestasi dalam kuliah, sampai dengan prediksi kelulusan masing-masing. Dashboard informasi ini sangat banyak membantu mahasiswa dalam merencanakan kuliahnya pada semester berikutnya.

9. E-sertifikat untuk kegiatan mahasiswa

Kenapa e-sertifikat ini penting? Bisa Anda bayangkan, kampus mengadakan seminar nasional yang melibatkan 1000 peserta, pasti cetak sertifikat akan menjadi pekerjaan yang melelahkan. Nah, dengan adanya sistem e-sertifikat yang terkoneksi dengan kegiatan-kegiatan Kemahasiswaan. Jadi, setiap sertifikat juga akan langsung dikirimkan ke masing-masing e-mail mahasiswa peserta kegiatan dan terintegrasi dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang ada di sistem informasi akademik. Sertifikat tersebut dapat di-validasi keasliannya melalui QR Code yang dicantumkan di dalam sertifikat.

10. Sistem keuangan online

Yang tidak kalah penting lagi adalah sistem keuangan kampus, karena banyak banget perguruan tinggi yang masih mengelola keuangan kampus dengan manual, sehingga banyak permasalahan yang terjadi seperti, kesalahan dalam perhitungan dan mengambil keputusan. Untuk itu penting bagi perguruan tinggi untuk digitalisasi sistem keuangan kampus.

Itulah beberapa digitalisasi yang harus dilakukan perguruan tinggi agar tidak tergerus oleh zaman, serta memudahkan civitas kampus. Bagaimana, kampus kamu siap menjadi smart campus berbasis digital?

Mudah, Begini Cara Download Jurnal Internasional Berbayar Secara Gratis

Dikutip dari Sevima.com, Jurnal adalah hasil publikasi dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dosen, peneliti bahkan mahasiswa. Untuk para akademisi, jurnal merupakan salah satu referensi untuk melakukan kegiatan penelitian maupun karya tulis ilmiah lainnya. Dan jenis jurnal ini ada dua yaitu jurnal nasional dan jurnal internasional.

Nah, bagi rekan-rekan yang membutuhkan jurnal internastional untuk berbagai macam keperluan untuk riset atau penelitian, berikut bagaimana cara download jurnal Internasional berbayar secara gratis :

1. Mari kita mengunjungi website yang menyediakan databases jurnal yang ada di seluruh dunia: https://www.sciencedirect.com/

2. Kemudian anda ketik keyword untuk mencari jurnal yang anda inginkan, anda dapat masukan keyword di kolom yang sudah disediakan.

3. Contohnya mencari jurnal tentang education dan akan tampil seperti gambar di bawah ini :

4. Kemudian langkah selanjutnya anda klik link Purchase PDF

5. Kemudian copy link doi tersebut.

6. Langkah selanjutnya anda masuk ke link berikut ini : https://sci-hub.tw/

7. Selanjutnya paste kan link doi yang sudah anda copy tadi ke kotak yang sudah disediakan > kemudian klik open

8. Jika anda ada aplikasi internet download manager (idm) maka akan terbuka dan terdownload jurnal yang anda inginkan.

Bagaimana mudah bukan? Sekarang anda bisa gunakan jurnal-jurnal itu untuk referensi penelitian atau karya tulis ilmiah anda. Semoga artikel cara download jurnal Internasional berbayar secara gratis ini bermanfaat. Anda juga bisa share ke rekan-rekan Anda. Selamat mencoba.

Penandatanganan MOU